Malang yang Dingin Namun tak Bersalju

   Oleh : Rahmawati


  Warna..keindahan.. Senantiasa berpadu menuai ketakjuban atas pancarannya, antara mereka tertuai makna.. Tiada kehampaan.. Akupun demikian.. Menjadi warna.. Penuh keindahan.

  Cinta adalah kekuatan, cinta adalah kaki untuk melangkah, cinta adalah tangan untuk menggapai, cinta adalah mata untuk melihat, cinta adalah mulut untuk berucap, semua karena cinta, dan karena cintapun aku berada disini.. Dikota malang yang dingin namun tak bersalju..

   Muara kehidupan tak sezarrah pun yang tahu dibalik hijabNya..ketika ketetapan itu dituai dari sang hamba tentu saja semua dalam kehendakNya..

  Aku Rayya.. Wanita yang awal hatinya tak berpenghuni cahaya-cahaya Ilahiah.. Wanita yang senantiasa menapaktilas kehidupan dengan penuh kerancauan..manakala itu..aku menepis, sekarang aku bukanlah iya..tapi aku adalah wanita yang memiliki keindahan cinta atas Ilahiyah..sang pengtitah kehidupan semesta..bismillah disinilah kehidupan baru dimulai..

   Dalam balutan jilbab-jilbab yang terurai dengan indah, terlentang, mengikuti mereka yang tengah menghambah dihadapan sang kekasihNya.. Berdiri aku memandang penuh takjub.. Atas sinar mereka, atas dekapan satu dengan yang lainnya sebagai penggugur bulir-bulir dosa, yaa mereka merangkainya..

  Sepasang mata tertuju padaku..sambil berucap, “hai rayya ya?” dengan senyum hangat aku menyambut “iya..” dia berkata lagi..“ayo..mari..sudah sholat?” tanyanya, aku menjawab lagi “maaf..lagi gak sholat..” bibirnya melebar sambil melemparkan senyum dia berucap lagi “marilah duduk bersama kami”.. Akhirnya cinta mulai terajut..dalam naungan tematMu ya Rabb..di masjid Khanza Al-Huda

   Akupun duduk ditengah mereka, saling bercanda, saling bercengkrama, mendengar satu sama lain, dan berbagi cerita..entah kenapa semua terasa begitu berarti..

Bersambung…

______________
Source : tumblr
Iklan ada di sini

Komentar

Archive

Formulir Kontak

Kirim