Bidadari (ber)ransel
Oleh : Muhammad Isrofi
Laksana embun yang membasahi daun, maka mengingatnya dengan sepenuh hati kala berdiri maupun duduk adalah hal yang menyejukan hati, Matahari tak pernah berkeluh kesah dengan titah tuhannya, pun bumi yang tak pernah berhenti dari putaran porosnya.
Laksana embun yang membasahi daun, maka mengingatnya dengan sepenuh hati kala berdiri maupun duduk adalah hal yang menyejukan hati, Matahari tak pernah berkeluh kesah dengan titah tuhannya, pun bumi yang tak pernah berhenti dari putaran porosnya.
Layaknya permata anggun, menyandang gelar sebaik-baik perhiasan dunia adalah hal yang indah, Seorang yang memiliki cinta yang paling besar, cinta yang tulus, Rasulullah Saw. Mengatakan dalam Sabdanya :
Dunia ini adalah perhiasan, dansebaik-baik perhiasan adalah wanita shalihah. (HR. Muslim).
Sungguh beruntung wanita shalihah itu, ia yang berupaya sekuat tenaga menjalankan perintah sang maha pengasih, sejalan dengan upaya yang ia tempuh untuk terus berusaha sekuat hati menjauhi larangannya. Bukan mereka yang mengatakan menghijab hatinya, Namun yang berusaha menghijabkan dirinya untuk upaya menghijabkan hati dan taat pada Tuhanya. Surya benderang tak mampu menjamahnya. Akan selalu terjaga tetap bercahaya, kemilau debu tak sanggup mendekatinya, kan tetap terjaga dengan kasih sayang Sang Maha Indah.
Terkenang akan saat dulu, cerita tentang Bidadari yang memiliki sayap yang Indah, hati yang bersih, rupa yang elok. kini kaupun bisa membuatnya Cemburu, ya, karena saat ini Bidadari tak lagi bagai peri, Dan juga tak Bersayap, Mereka hanya berhijab.
__________________________
Source : facebook
__________________________
Source : facebook
Iklan ada di sini

Komentar