Euforia Hari Ibu

Oleh : Siti Rahmayanti


Bismillah..

22 Desember sebagai hari ibu nasional di Indonesia. Apapun sejarah dibaliknya, saya ikut menikmati euforia makhluk-makhluk pencinta ibu hari ini. saya sepakat bahwa hari ibu tidak hanya hari ini saja, tapi untuk merayakannya bersama secara nasional pun tak ada salahnya juga.
Lihatlah betapa melimpahnya ucapan, banjir doa yang menunjukkan betapa ibu begitu berjasa.
Entah ucapan yang di ucapkan secara langsung, entah melalui doa diam-diam, atau mungkin hanya sekedar “status” di media sosial saja.. apapun itu jasa ibu begitu terlihat di hari ini.

Sebagai anak yang juga mencintai ibunya, saya pun ingin sedikit menulis tentangnya.
Yups.. berimajinasi untuk menulis tentang ibu tentu lebih menarik dibanding mengerjakan tugas kuliah.

Ibu..
Beliau dan ayah tentu belum se-keren luqman dalam mendidik anaknya. Tapi setidaknya beliau pernah sedikit mencontek nasihat luqman, dulu saat saya masih kecil ketika bangun pagi (sesekali) biasanya alarm pembangun tidur saya adalah surah luqman ayat 17 yang dibacakan dan dibisikkan langsung oleh ibu ke telinga saya:
“Hai anakku, Dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan Bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu.Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).”
Yang ketika dewasa, saya baru ‘ngeh’ kalau yang beliau baca itu artinya begitu menyentuh, mungkin itulah doa tulus dari ibu saya untuk anaknya yang terlahir di akhir zaman ini. Meskipun sampai di usia seperempat abad ini sedikitpun ikhtiar saya belum selaras dengan doa ibu tersebut.
Ibu.. 
Tentu juga belum semulia Al-Khansa yang telah mendapatkan gelar “Ibunda para syuhada” dimana Khansa dengan “legowonya” mengikhlaskan suami dan anaknya syahid di medan perang karena kecintaanya kepada Rasulullah.
Tapi dizaman ini, ibu telah menjadi Al-Khansa dimata saya sebagai anaknya: ibu mengikhlaskan kami anak-anaknya berjihad menuntut ilmu sebanyak-banyaknya sejauh apapun itu dan diusianya yang tak lagi muda tetap setia mendampingi dan berjuang bersama ayah.


Ibu..
Wanita sederhana, yang darinya aku belajar banyak hal.
Ibu..
Tak ada habisnya setiap kata, jika dituliskan semua tentangnya.




Selamat hari ibu “Umak” Terima kasih

Yanti Qodri | Malang, 22 Desember 2015
___________________________________
Source : tumblr
Iklan ada di sini

Komentar

Archive

Formulir Kontak

Kirim