Indahnya Memaksa
Mengapa Allah memaksa kita menghadapi kondisi pahit tak terperih? Awal dan akhirnya sesungguhnya berpulang pada diri kita. Bisa jadi sebelumnya Allah swt telah memberi peringatan-peringatan kecil akan kelalaian yang ada. Masalahnya, kita mau atau tidak memaksa diri untuk berhenti? Jika tidak, maka Allah yang akan memaksa kita menghentikan kelalaian itu dengan hal yang membuat jera. Jangan tanya rasanya jika Allah sudah memaksa.
Fitrah manusia tidak suka dipaksa. Apalagi oleh sesuatu diluar diri kita, misalnya seorang anak tak suka dipaksa orangtuanya, walau ternyata akhirnya baik untuk dirinya, kitapun demikian. Pemaksaan memang tak enak tapi sering kali baik kok akhirnya.
Ada kata hikmah yang mengatakan "jika kamu mau bersikap kejam pada diri sendiri, maka alam semesta akan memperlakukanmu dengan mudah" dan kita tidak akan bisa memaksakan orang lain, jika kita tidak akan pernah memaksa diri lebih dulu"
Jangan sekedar ingin rutin qiyammullail, tanpa terbiasa memaksa diri bangun saat kantuk masih menyengat. Atau rajin membuat resolusi awal tahun, tapi tidak memaksa diri menjalani hal-hal kecil yang bisa mengantarkan kita pada capaian resolusi tersebut, sesuatu yang baik butuh pengorbanan dan paksaan untuk mencapainya. Karenanya sebelum pihak lain memaksa, paksalah diri kita lebih dulu. Pemaksaan yang paling indah adalah yang berasal dari dalam, bukan dari luar._____________
Source : facebook
Iklan ada di sini

Komentar