Mukadimah DIMENSI1” Kebahagiaan (ber)shadaqah kepada Kampus Merdeka”
Oleh : Team Dimensi
KALAU KAMPUS MERDEKA YANG selama ini engkau cintai tak kunjung menyadari kehadiranmu diantara mereka, bersediakah engkau untuk tetap bergembira mencintainya? Atau justru engkau meratapi dan menyesalinya? Jika yang engkau cintai adalah Yang Abadi, Kampus Merdeka hanyalah sebagian saja dari yang sementara ini sedang menggodamu untuk bersedih. Teruslah engkau berusaha mengetuk hati mereka dengan menyebar benih cinta bersama Allah dan para kekasih-Nya yang senantiasa mencintaimu dan mencintai mereka. Teruslah berusaha bersama saudara-saudara kita yang tidak menuhankan Organisasi parsialnya, sesama anak-anak dari belahan bumi Nusantara semampu-mampu bersedekah cinta kepada Kampus Merdeka. Yakinlah, multi dimensi wilayah kebersamaan dan cintanya Tuhan Yang Maha Esa kepada kita masih sangat luas untuk dapat menampung mereka.
Wilayah Kampus Merdeka adalah sebagian kecil entitas dari lembaran dunia yang batas wilayahnya ditentukan oleh dinamika dan sejarah. Namun hingga detik ini, Kedigdayaan dan kehebetan masa lalu masih enggan berulang kembali menghampirinya.Tata kelola yang tumpang tindih justru dilestarikan sekedar untuk legitimasi penelikungan-penelikungan otoritas para birokratnya. Personalitas anak-anak muda yang lahir di bumi sempalan surga ini ditelantarkan dalam arus zaman, mereka kesana-kemari berlarian tunggang langgang mencari wilayah perlindungan. Sebagian terseret-seret kedalam pusaran mainan arus politik praktis perkampusan, sebagian tergerus dan tergilas oleh roda hedonisme yang brutal. Kebanyakan dari mereka terombang-ambing dalam realitas sosial dan kerepotan untuk menemukan esensi kemahasiswaannya sebagai tulang punggung pemberharu peradaban. Berbahagialah kita dan mereka yang tidak terseret arus zaman, bergembiralah kita yang diselamatkan oleh Allah dan diletakan pada wilayah Pencarian Kebenara-Nya, Tabayyun. Kampus Merdeka masih sulit untuk tentram karena hati para penyelenggara dan yang (di)selenggara(i) penuh keruwetan yang tak kunjung selesai. Hatinya rakus dipenuhi tuntutan-tuntutan, haus ketidak-relaan. Hatinya belum rela : menagih, menagih, dan menagih. Kalau yang itu naik ke kursi puncak, yang ini juga harus mendapatkan gilirannya. Nanti kalau yang ini naik ke puncak, Ia juga akan ditimpa ketidak relaan berikutnya, yang lain juga harus naik ke puncak.
Sedangkan Organisasi Kita dengan prinsip Tabayyun nya senantiasa membuka ruang ketentraman bagi Kampus Merdeka dan siapa saja. Dalam Tabayyun setiap orang adalah pemimpin yang memimpin dirinya dan di dalam dadanya senantiasa mengedepankan nasib setiap orang yang menerima kepemimpinannya, kekhilafahannya. Dalam menjalankan kepemimpinannya para pelaku Tabayyun senantiasa menjadi penyalur rahmat dari Tuhan agar menjadi berkah bagi orang-orang disekitarnya. Para pelaku Tabayyun hatinya sudah sedikit longgar dari keruwetan duniawi, para pelaku Tabayyun meyakini bahwa Allah sangat serius dalam menjamin setiap detail kebutuhan hidupnya. Termasuk dengan adanya Kampus Merdeka, personalitas Pemuda Kampus Merdeka sebagai sesama anak-anak dari jurusan yang ada di fakultasnya ini mengakui bahwa Kampus Merdeka adalah bagian dari dirinya, bagian dari identitas peran sosialnya. Maka orang-orang pelaku Tabayyun tidak akan menagih apa-pun kepada Kampus Merdeka. Sebaliknya para pelaku Tabayyun sangat bahagia dan akan terus-menerus bersedekah kepada Kampus Merdeka sekemampuanya dengan segala keterbatasannya.
Ruang gerak para pelaku Tabayyun sebagimana abdi UKMI memang sangat terbatas, abdi UKMI bahkan masih harus berjuang untuk kehidupan dan keberadaannya sebagai mahasiswa. Keyakinan bahwa Allah mencukupi kebutuhan hidup tidak kemudian menjadikan kita hidup bermalas-malas atau menggantungkan nasib kita kepada yang selain Allah. Justru kenyataan ini yang kemudian menjadi landasan bagi kita untuk ikhlas bersama-sama hidup berdampingan saling menyelamatkan dan saling menolong, terus berusaha dan belajar menyalurkan rahmat-Nya bagi semesta alam. Itulah wilayah UKMI yang sangat-sangat terbatas pada IradahNya Allah SWT. Namun di satu dimensi yang lain, kami mendapat selaksa keberkahan yang menyejukan hati. bahwa keberadaan UKMI semakin di telaah dan di kaji. Terutama oleh para pendiri, sebagai jalan mengulang kembali kejayaan sebagai pendakwah, sebagaimana yang dilakukan tempo hari.
Bila ada kesempatan dan Allah meng'izinkan, kami tim DIMENSi akan mengambil tema di atas sebagai stimulan awal Diskusi. Semoga ini bisa Membuka diskusi seLuas-luasnya akan dapat meng'identifikasinya, menemukan cara mensinergikan, bahkan mungkin bisa menemukan pemaknaan-pemaknaan yg sungguh baru dan menjadi pembaik bagi semua untuk kedepanya.
Jazakumullah khairan katsiro.
Iklan ada di sini

Komentar