Rindu

Oleh : Siti Rahmayanti



Pada sudut kota ini
Indah berpadu bukit tertutup mendung 
menghiasi hijau padi tersusun rapi dalam kotak-kotak pematang sawah
Semilir angin menyapa kulit ariku 
Tercium aroma khas tubuhmu
Terbayang mata biru memandang lepas dari jendela dangau* sawah kita
Teriak batinku: “itu kau bu!”



***
Satu hari yang lalu,

Deru kendara lalu lalang mencipta ramai sepanjang jalan kota. sore itu besama gelap mendung kendara kami melaju menuju sudut kota, dan kau tahu apa yang kulihat disudut kota sejuk ini kawan: Daebak!! Sawah, bukit dan mendung berpadu.. ini persis kampung halamanku.
Agenda hari itu adalah survei angkot dari kos munuju tempat kerja baru temanku. Sepeda kami menepi menuju warung lalapan seberang jalan. Sembari memenuhi kebutuhan perut juga sekalian tanya-tanya si empunya warung prihal survei tadi.

Sedikit percakapan terjadi,

Saya: ibu kalau naik angkot dari dieng ke LPIT seberang sana, naik apa ya bu?
Ibu: ngajar di LPIT itu mbak? Kalo ga salah dua kali naik angkot Mbak, angkot GML dan JBK.
Teman saya: iya saya baru keterima kerja disana, terimakasih bu
Ibu: anak saya kemarin juga masukin lamaran kesana dia dari Bogor mau pulang ke Malang. Katanya, “ibu sudah tua, tak pulang saja. Ngajar disana"

#Jleb.. menusuk relung hati saya “ibu sudah tua, tak pulang saja. Ngajar disana
***


Mungkin ini pesan rindumu bu,Berdiri mematung kau didepan jendela. Menikmati petrikor sembari berdoa dibawah deru hujan yang datang tiba-tiba; “Tuhan, salam rindu untuk anakku dipulau seberang.

Bu, salam-mu telah tersampaikan “Tunggu, anakmu akan pulang”





©Yanti Qodri | Malang, 03 Januari 2016
*) Dangau: sebutan untuk tempat tinggal di sawah
——————
Source : tumblr
Iklan ada di sini

Komentar

Archive

Formulir Kontak

Kirim