Semar Phylosopy's


 


     Semar dalam pewayangan menjadi rujukan para kesatria untuk meminta nasihat dan menjadi tokoh yang dihormati. Namun karakter tetap rendah hati, tidak sombong, jujur, dan tetap mengasihi sesame dapat menjadi contoh karakter yang baik. Penuh kelebihan tetapi tidak lupa diri karena kelebihan yang dimiliki.





       
     Tokoh semar mengingatkan bahwa ketika kita mengalami kesedihan kita akan terus bersedih secara mendalam, maka kita tidak akan pernah berpikiran bahwa kesedihan akan berakhir, tidak ada usaha untuk mengatasi kesedihan, sehingga akhirnya terlambat untuk menyadari bahwa kita sudah terlalu lama menangisi kesedihan tanpa melakukan apa-apa. Saat mengalami kebahagiaan, kita sangat bahagia sehingga tidak waspada atau lupa bahwa suatu saat kita akan mengalami kesusahan, dan kita tidak mempersiapkan diri untuk menghadapi kesesuahan sehingga saat mengalami kesusahan kita merasa bahwa menjadi orang paling susah, dan mengalami nasib buruk. [ ]

Iklan ada di sini

Komentar

Archive

Formulir Kontak

Kirim