Sinau lan Niteni Qur'an
Seringkali saya menggunakan idiom-idiom jawa, saat membuat tulisan maupun dalam berkomunikasi sehari-hari. maklum, Bukan lantas saya jawasentris (fanatik dengan bahasa jawa) sebagaimana pak Harto dulu dengan bahasa indonesia nya, hanya saja masalah rasa atau perasaan yang sudah terlanjur menyatu dengan denyut jantung kehidupan ini. Selebihnya, saya juga terkadang sulit mencari padanan kata yang pas dan akurat dalam bahasa indonesia --misalnya--, yang jusru akan mengalami degradasi makna.
Contoh sederhanya adalah Judul postingan kali ini. ada kata sinau dan niteni yang saya sampai saat ini 'setengah mati' mencari padanan ataupun kerabatnya. mungkin untuk kata sinau , masih ada yaitu 'belajar'. namun setelah saya terus menggali dan menggali ihwal makna antar dua sejoli yang konon masih saudara ini, ternyata ada perbedaan yang mendasar antara keduanya. Sinau lebih mempunyai di banding kata 'belajar'. singkatnya ada degradasi makna dari sinau yang subtansial aplikatif menjadi normatif saja. Apalagi dengan kata niteni, apakah sama dengan mengingat-ngingat? ayo yang ngaku jowo harus dicari ini, agar supaya kita bisa menggunakan bahasa Indonesa mungkin kata 'meneliti'
Terkadang Allah meletakkan rahmat-Nya di tempat-tempat yang sama sekali tidak menarik bagi manusia. Terkadang menyembunyikan anugerah-Nya dibalik momentum yang tak terduga oleh siapa pun. Terkadang melakukan penyelamatan, memberikan rizki, serta menjanjikan rahasia-rahasia, dibelakang suatu kejadian yang seakan-akan bernama musibah atau kecelakaan.
Min haitsu la yahtasib. Jatuh dan bangkitnya nilai, gelap dan terangnya keadaan, jauh dan dekatnya para hamba kepada Allah, naik turunnya kemesraan dengan Sang Pencipta, berlangsung tidak pada ruang dan waktu yang bisa kita perhitungkan. Selalu saja Allah menginvestasikan sesuatu yang tak pernah diduga-duga oleh siapa pun.
===============
.ndak usah nuduh sopo-sopo, ndak usah "nggurui" sopo-sopo. awak e dwe ki sejati ne mung "krikil" seng "ketlingsut" antara ne "dele" seng di dol neng pasar kae. Awak e dwe ki mung "ilalang" seng "cukul" antarane taman "dunyo" ne seng kuoso.
dadi krikil yo ben, neng kudu cerdas, kudu iso "nyempil-nyempil" neng antarane "dele", cek ne di dol regane podo mbek regone "dele". Dadi ilalang yo ra po po, justru "taman" seng apik lak kudu lengkap enek mawar e, melatine, njur enek "ilalang" ben iso "nature" kyok sejatine.
Nanging, jo sampe cilek atine, po maneh "kalah" mbeg kahanan iku mau. Wong Awak e dewe ki "Aqsani Taqwim" (Sak apik-apik e Makhluk) e, kudu ne lak trimo menang wae ora "gelem" opo maneh kalah. Lak iso "ngAllah" wae. ben Nyenengke wong kabeh, "konco" ne do bungah, "musuh" e luwih tansoyo "sumringah"..
# Lak ngene carane, mosok yo tetep "krikil" jenege mak...? *)di jawab dewe.. upset emotikon
@Reportase Majlis Kopi mal-ming
Iklan ada di sini
Komentar