Tersungkur

Hanya satu dua kali
Burung-burung Ababil menabur dari sunyi
Hanya ketika hati Allah dilukai
Atau tatkala cintaNya menetes ke jiwa yang sendiri

Angkasa senyap
Belantara pepohonan rebah ke bumi
Dan gunung dan laut dan sungai
Mengulang-ngulang sujud beribu kali

Dan mereka bernyanyi ;
Kekash, Ya kekasih!
Kalau mula dan akhir kita satu
Kenapa harus begini lama berburu!
Kalau dulu dan kelak kita sama
Untuk apa bikin jarak yang maya
Kalau engkaulah asal-usul hamba
Kenapa harus menantiMu sampai gila


Anak-anak duka derita
Tak sabar dikungkung rahasia
Dendam rindu tak terkira
Diri pecah menjadi beribu muka
Kekasih, Ya kekasih!
Buat apa engkau berpisah dariMu sendiri
Kekasih, Ya  kekasih!

Ini tauhid minta seberapa darah dan nyeri
Kobaran api sembilan belas matahari
Baru alif sudah terserimpung kaki sendiri
Satu huruf saja dariMu, tak tertampung di rohani
Anak-anak duka derita berdzikir
Allah! Allah! Allah!
Anak-anak rahasia tersungkur
Allah! Allah! Allah!

Iklan ada di sini

Komentar

Archive

Formulir Kontak

Kirim