Hearth of the Ocean
Jaman membuat orang mudah abai. Bahkan terhadap kata-kata. Jangan-jangan, juga kepada diri sendiri...
Bila bertemu James cameroon, saya akan ajak dia duduk di teras sembari nyeruput teh sariwangi ala nurhadi. Mudah-mudahan bisa menepati sore hari, mumpung gerimis kerap turun menjelang senja. Konon suasana seperti ini lebih nyaman dan adem, untuk guyon. Saya sadar, pe-sekenario sekaligus pensutradara film titanic itu berada nun jauh disana. tapi siapa tahu bisa bertemu secara imajiner. Atau jangan-jangan lewat kontak batin atau telepati? Ah, ini hanya ‘seandainya’. Jangan dianggap serius. Saya bukan penjelajah dimensi alam, yang bisa meretas komunikasi sejauh rentan jarak terbentang.
Ini bukan keperluan yang teramat penting untuk bertemu dengan orang Amerika itu. Cuma ingin ngobrol, sekaligus menanyakan perkara remeh. Apa yang membuatnya terpikir untuk menulis dan membuat film titanic. Yang pesan emosional dari tragedi itu dan berpikir bahwa kisah cinta yang diselingi dengan tragedi kematian adalah penting. Hingga dikemudian hari, orang-orang menyuplik dan mengilhaminya sebagai sebuah ideologi dan romantisme baru. mengharuskan seorang lelaki harus berjuang mati-matian atau bahkan merelakan ‘nyawa’ nya sendiri demi sang tautan hati.
Rose dan Jack menceburkan diri ke dalam laut yang sangat dingin itu bersama dengan banyak penumpang lainnya. Hanya ada satu lembar papan yang cukup besar untuk seorang, mengambang tidak jauh dari mereka. Jack menaikkan Rose ke papan itu, menyelamatkan jiwa kekasihnya itu dari suhu dingin yang mematikan, sementara ia berpegangan di sisi papan itu memegangi tangan Rose untuk menenangkannya. Rose dan Jack bersama dengan ratusan penumpang yang lain menunggu bantuan dari sekoci yang tak kunjung datang di permukaan air. Ketika petugas di sekoci memutuskan untuk datang membantu, hampir semua penumpang telah tewas akibat hipotermia. Rose kecewa karena Jack tidak mampu bertahan dan meninggalkannya. Dia mengucapkan selamat tinggal lalu melepaskan jasad Jack yang telah membeku ke dalam lautan, kemudian Rose memanggil sekoci yang selanjutnya datang menyelamatkannya. Penumpang yang selamat di atas perahu penyelamat menunggu selama empat jam sampai RMS Carpathia, kapal terdekat yang berhasil menjawab dan membalas isyarat radio Titanic, datang menyelamatkan mereka. Ketika tiba di New York, Rose mengganti namanya menjadi Rose Dawson dan mendapati ia masih memiliki Heart of the Ocean yang tersimpan di dalam saku jas milik Cal yang dipakainya. Setidaknya itu yang dilakukan jack, ketika kisah epik itu berakhir.
Bayaran keseriusan
Titanic meraih 14 nominasi dalam ajang Academy Awards tahun 1998 dan berhasil memenangkan 11 di antaranya, termasuk Film Terbaik dan Sutradara Terbaik. Film ini juga dinobatkan sebagai film terlaris sepanjang masa selama 12 tahun dan baru pada awal 2010 film ini tumbang oleh film James Cameron lainnya yang berjudul Avatar. Kata mutiara terkenal yang disebarkan oleh film ini adalah "nothing on earth could come between them" atau dalam bahasa Indonesia berarti "tiada sesuatu pun di bumi yang sanggup memisahkan mereka".
Saya percaya, James cameron melakoni hobinya itu dengan penuh suka cita dan keseriusan. Dia pasti sudah sangat faham bagaimana menjalankan metodologi ala YM yang sering di kutip seorang teman, yaitu Dream, pray, n Action. Sejauh yang saya tahu, Beliau seorang pemimp ulung yang sangat idealis dan konsekuen terhadap apa-apa yang menjadi mimpinya itu. Seorang yang sangat detil dengan setiap aksi-aksinya, sehingga tak heran jikalau karya nya sering kali mengguncang dunia.
Ini bukan bualan belaka. Seperti misal dalam pemilihan tokoh-tokoh pemeran film titanic ini, ia sangat selektif terhadap pilihanya. Lewat test screening yang tak bisa dikatakan mudah. Coba kita cuplik dua tokoh fiksi pemeran utama dari film titanic.
Leonardo DiCaprio sebagai Jack Dawson: Cameron mengatakan dia membutuhkan pemain yang akan membuat penonton merasa seolah-olah mereka benar-benar berada di Titanic dan untuk mewujudkan hal itu, dia (Cameron) menciptakan Jack. Jack digambarkan sebagai orang miskin dari Chippewa Falls, Wisconsin yang telah melakukan perjalanan ke berbagai belahan dunia, terutama Paris. Dia memenangkan dua tiket RMS Titanic dalam permainan poker dan menaiki Titanic sebagai penumpang kelas tiga bersama temannya, Fabrizio. Jack telah tertarik pada Rose pada pandangan pertama dan berinteraksi pertama kali saat menyelamatkan Rose yang mencoba bunuh diri dengan cara melompat dari buritan kapal. Atas hal ini, Jack diizinkan berbaur dengan penumpang kelas satu selama satu malam sebagai balasan atas jasanya. Saat pemilihan pemeran, beberapa aktor sempat dicalonkan untuk memerankan Jack, di antaranya Matthew McConaughey, Chris O'Donnell, Billy Crudup dan Stephen Dorff. Tapi, Cameron merasa kalau aktor-aktor tersebut agak terlalu tua untuk memerankan seorang laki-laki berusia 20 tahunan. Tom Cruise juga sempat menyatakan ketertarikannya pada peran Jack, namun tidak pernah ditanggapi serius. Cameron mempertimbangkan aktor Jared Leto untuk memerankan Jack, namun ia (Leto) menolak untuk diaudisi. Kemudian, casting director, Mali Finn merekomendasikan DiCaprio, yang pada saat itu berusia 22 tahun untuk memerankan Jack dan Cameron menyetujuinya. Pada awalnya, DiCaprio tidak mau dan menolak membaca adegan romantis pertamanya di set. Cameron mengatakan, "Dia membacanya sekali, kemudian mulai bermain-main di sekitar lokasi dan aku tak pernah bisa membuatnya fokus lagi. Tapi selama sedetik, 'seberkas cahaya turun dari langit dan menerangi lokasi'". Cameron sangat percaya pada kemampuan akting DiCaprio dan berkata kepadanya, "Dengar, aku tidak akan mengubah karakter ini menjadi perenung dan neurotik. Aku tidak akan memberinya omong kosong dan kelemahan dan semua hal yang kau inginkan". Cameron membayangkan karakter Jack ini seperti tipe aktor James Stewart.
Kate Winslet sebagai Rose DeWitt Bukater: Cameron berkata bahwa Winslet "memiliki apa yang aku cari dan ada kualitas yang tergambar di wajah dan di matanya". Rose adalah seorang gadis berusia 17 tahun yang berasal dari Philadelphia, yang dipaksa oleh ibunya bertunangan dengan seorang pria berusia 30 tahun bernama Caledon Nathan Hockley untuk mempertahankan status sosial mereka dan hutang keluarga yang diwariskan oleh almarhum ayahnya. Rose menaiki Titanic bersama Cal dan Ruth sebagai penumpang kelas satu dan kemudian berjumpa dengan Jack. Winslet menggambarkan soal karakternya: "Dia sudah memberikan terlalu banyak. Dia mempunyai hati yang terbuka. Dia ingin menjelajahi dunia tapi dia [merasa] kalau hal itu tidak akan terjadi". Aktris Gwyneth Paltrow, Claire Danes dan Gabrielle Anwar juga sempat ditawari untuk memerankan Rose. Namun mereka menolaknya. Saat itulah Winsletmengajukan dirinya untuk peran tersebut. Dia mengirimkan catatan hariannya kepada Cameron dari Inggris, lalu Cameron mengundangnya ke Hollywood untuk di audisi. Seperti halnya DiCaprio, Winslet juga di pilih oleh casting director, Mali Finn. Ketika mencari pemeran Rose, Cameron menggambarkan karakternya sebagai "tipe aktris Audrey Hepburn" dan pada awalnya Cameron sama sekali tidak terkesan dengan akting Winslet.[12] Setelah sesi screen test bersama DiCaprio, Cameron melihat kalau akting Winslet begitu menyeluruh. Winslet berkata pada Cameron, "Dia (DiCaprio) hebat. Kalaupun Anda tidak memilihku. Pilihlah dia". Hari berikutnya, Cameron mengirimi Winslet setangkai mawar (rose) beserta kartu yang bertuliskan "Dari Rose-mu".
Titanic mendapat banyak kritikan positif dari para kritikus film. Situs kritik film Rotten Tomatoes melaporkan Titanic memperoleh 88% "Certified Fresh" dari total 161 ulasan dengan rating rata-rata 7.8/10. Situs ini menyebut Titanic sebagai "Karya terhebat Cameron yang memadukan efek visual yang spektakuler dengan kisah melodrama kuno". Di situs Metacritic, Titanic memperoleh skor 74 dengan 34 ulasan, secara umum diklasifikasikan sebagai film yang bagus untuk disaksikan. Sementara itu, di situs Internet Movie Database, Titanic memperoleh rating 7.4/10 dari 386.214 pengguna dan sebanyak 265 ulasan.
Titanic mendapat banyak kritikan positif dari para kritikus film. Situs kritik film Rotten Tomatoes melaporkan Titanic memperoleh 88% "Certified Fresh" dari total 161 ulasan dengan rating rata-rata 7.8/10. Situs ini menyebut Titanic sebagai "Karya terhebat Cameron yang memadukan efek visual yang spektakuler dengan kisah melodrama kuno". Di situs Metacritic, Titanic memperoleh skor 74 dengan 34 ulasan, secara umum diklasifikasikan sebagai film yang bagus untuk disaksikan. Sementara itu, di situs Internet Movie Database, Titanic memperoleh rating 7.4/10 dari 386.214 pengguna dan sebanyak 265 ulasan.
Aspek roman dan aspek sejarah yang terkandung dalam film juga dipuji oleh Andrew L. Urban dari Urban Cinefile. Owen Gleiberman dari Entertainment Weekly menggambarkan Titanic sebagai film roman bencana yang paling spektakuler dan telah menghasilkan teknik pembuatan film yang populer.Sementara itu, Janet Maslin dari The New York Times berkomentar bahwa "Titanic merupakan film pertama yang benar-benar berhasil mengimbangi ke-spektakuler-an Gone With The Wind. Di sisi lain, Richard Corliss dari majalah Time menulis kritik negatifnya. Menurutnya, Titanic masih kurang emosional sebagai film yang diangkat dari kisah nyata.
"Kami dianggap sebagai orang yang paling idiot di Hollywood dan pemberitaan mereka memojokkan kami hingga seperti digantung di lampu town square bahkan sebelum mereka menonton filmnya"
— James Cameron
Beberapa peninjau juga berpendapat bahwa cerita dan dialog Titanic terlalu lemah, walaupun dengan efek visual yang spektakuler. Kenneth Turan dari Los Angeles Times berkomentar dengan sangat pedas: "Film ini mengabaikan unsur emotif dan hanya menjual air mata. Titanic sesungguhnya berada di luar kemampuan Cameron," tidak hanya itu, Turan berargumen bahwa satu-satunya alasan film ini bisa memenangkan Oscar adalah karena film ini merajai box office di seluruh dunia.[108] Barbara Shulgasser dari The San Francisco Examiner memberi Titanic satu dari empat bintang, beralasan bahwa film ini sangat buruk, terlalu menonjolkan karakter utama dan skenario serta dialog yang ditulis dengan sangat "berantakan". Kritikus film Robert Altman menyebut Titanic sebagai "film paling mengerikan yang pernah kulihat sepanjang hidupku". Pada tahun 2012, Richard Davenport-Hines, seorang sejarawan yang meneliti tentang kehidupan para penumpang di Titanic mengatakan: "Film Cameron mengesampingkan orang-orang kaya Amerika dan orang-orang Inggris yang berpendidikan dengan menciptakan pahlawan romantis yang miskin dan buta huruf dari Irlandia."
Menanggapi kritik dari Kenneth Turan, Cameron mengatakan bahwa: "Titanic bukanlah film yang menyedot orang-orang karena kisah cinta yang menyedihkan lalu mereka pulang dengan perasaan hancur dan kecewa, mereka akan kembali lagi dan lagi untuk mengulangi pengalaman itu, bersedia menghabiskan waktu 3 jam 14 menit dari hidup mereka dan mengajak orang lain bersama mereka agar mereka bisa berbagi emosi". Cameron menekankan orang-orang dari segala usia (mulai dari 8-80 tahun) dan dari semua latar belakang turut "merayakan kebebasan emosi mereka" dengan menontonnya. Cameron juga mengatakan kalau proses penulisan skenario itu tidaklah mudah, "Buktinya skenario Titanic sendiri tak mendapat nominasi Oscar", kata Cameron.
Hulu Kapitalisme
Inti kapitalisme adalah tentang uang. Bulshit, jikalau orang berkarya se-tulus apapun –misalnya—tanpa memikirkan sedikipu ihwal uang ini. Jaman kapital ini adalah bagaimana tentang menarik seseorang untuk merogoh koceknya, dan berpindah bagi sesiapa yang ingin menikmati karya selainya. Maka tak lengkap rasanya jika saya tak membahas royalti dari film pendobrak peradaban ini.
Pada hari pertama pemutarannya di Amerika Serikat, Titanic berhasil meraup $8.658.814 dan berselang seminggu setelahnya, terhitung $28.638.131 berhasil di kumpulkan oleh Titanic dengan penayangan di 2.674 bioskop di seluruh Amerika Serikat, yang berarti satu bioskop rata-rata berhasil meraup $10.710 dari hasil penjualan tiket. Titanic langsung bertengger di posisi puncak box office pada minggu perdana penayangannya, menyingkirkan film seri James Bond ke delapan belas: Tomorrow Never Dies dari posisi pertama. Ketika Tahun Baru, Titanic telah meraup lebih dari $120 juta dan tidak menunjukkan tanda-tanda akan mengalami penurunan. Pemasukan terbesar Titanic terjadi pada hari Valentine tahun 1998, di mana sekitar $13.048.711 berhasil dikumpulkan. Titanic bertengger di posisi pertama tangga box office selama lima belas minggu berturut-turut di Amerika Utara, membuat rekor baru pada masa itu. Titanic tetap bertahan di bioskop-bioskop di Amerika Utara selama 10 bulan dan akhirnya ditarik pada hari Kamis, tanggal 1 Oktober 1998 dengan mengumpulkan total pendapatan kotor sebesar $600.788.188. Di luar Amerika Utara, film ini berhasil menggandakan pendapatan kotornya, menghasilkan $1.242.413.080 di luar Amerika Utara dan total $1.843.201.268 di seluruh dunia sejak hari pertama pemutarannya di bioskop.
Atas pencapaian ini, Titanic menjadi film paling sukses sepanjang masa di seluruh dunia pada tahun 1998, demikian juga selama 12 tahun berikutnya, sampai Avatar, yang juga ditulis dan disutradarai oleh Cameron menggeser posisi Titanic pada tahun 2010. Pada tanggal 1 Maret 1998, Titanic menjadi film pertama yang sukses meraup lebih dari $1 miliar di seluruh dunia, dan pada bulan April 2012, lebih satu dekade sejak Titanic dirilis, film ini menggenapkan total pendapatan kotornya menjadi $2.000.000.000 seiring dengan dirilisnya versi 3D dari film ini (lihat di bawah). Box Office Mojo menobatkan Titanic sebagai film terlaris kedua sepanjang sejarah, membawahi seri-seri Harry Potter dan The Lord of the Rings.
Berlanjut kepada pengkonversian film ini ke format 3D. Sejak awal perilisannya, Titanic 3D sudah mengantongi pendapatan kotor $57.8 juta di Amerika Utara, $284.3 juta dari negara-negara lainnya (dengan lebih dari $100 juta berasal dari Cina) dan total $342.1 di seluruh dunia. Jika ditotal dengan penghasilannya pada tahun 1997, total pendapatan yang berhasil didulang oleh Titanic adalah sebesar $2,18 miliar (Rp 19,6 triliun). Atas hal ini, Titanic (2D dan 3D) tercatat sebagai film kedua yang mampu menembus pendapatan $2 miliar, di bawah Avatar ($2,8 milar).
Ihwal Hati Samudra
Seorang pemburu harta karun bernama Brock Lovett beserta timnya menjelajahi bangkai kapal RMS Titanic untuk mencari sebuah kalung berlian berharga yang diyakini terkubur di dasar laut bersama bangkai kapal tersebut. Sebuah peti ditemukan dan dibawa segera ke permukaan untuk dibuka. Sayangnya, peti itu tidak berisi harta karun berharga tetapi hanya beberapa lembaran kertas yang sudah hancur karena air laut. Salah satunya adalah sebuah lukisan bertanggal 14 April 1912 dan bertanda tangan "JD".Di lehernya terdapat sebuah kalung berlian yang mereka cari: "Heart of the Ocean — Jantung Samudera".
Ihwal Hati Samudra
Seorang pemburu harta karun bernama Brock Lovett beserta timnya menjelajahi bangkai kapal RMS Titanic untuk mencari sebuah kalung berlian berharga yang diyakini terkubur di dasar laut bersama bangkai kapal tersebut. Sebuah peti ditemukan dan dibawa segera ke permukaan untuk dibuka. Sayangnya, peti itu tidak berisi harta karun berharga tetapi hanya beberapa lembaran kertas yang sudah hancur karena air laut. Salah satunya adalah sebuah lukisan bertanggal 14 April 1912 dan bertanda tangan "JD".Di lehernya terdapat sebuah kalung berlian yang mereka cari: "Heart of the Ocean — Jantung Samudera".
Kembali sebagai perempuan tua pada tahun 1996, Rose menuju ke dek kapal ekspedisi dan membuang Heart of the Ocean ke dalam lautan, tempat Jack tewas 84 tahun yang lalu. Beralih ke kamar Rose, di sana terlihat foto-foto perjalanan hidupnya, termasuk foto dia sedang menunggang kuda di Santa Monica Pier, seperti yang dulu pernah direncanakannya bersama Jack. Rose berbaring dan bermimpi dalam tidurnya. Dalam mimpinya, ia kembali ke dasar laut, Titanic muncul di dalam kegelapan dan segalanya berubah menjadi baru. Seorang pelayan membukakan pintu ke tangga utama dan di sana terlihat semua penumpang Titanic yang tewas pada malam kecelakaan tersenyum pada Rose. Persis di atas tangga berdiri Jack, menghadap jam besar tempat mereka berdua juga pernah berjanji bertemu sebelumnya. Jack berpaling dan tersenyum ke arah Rose yang kembali berusia 17 tahun dan Rose membalas senyumannya.Berawal dari ketertarikan seorang pengejar mimpi James cameron ihwal ‘bangkai’ kapal RMS titanic sampai menjadi mahakarya cerita epik dan romance bertajuk cinta mulia sang musafir kéré bernama Jack Dowson, benar-benar mewujud menjadi hearth of the Ocean bagi penontonnya. Tinta penulis tak akan pernah bisa melukis keindahannya. Beribu pasang mata akan selalu tertuju padanya, tentang drama ke-heroik-an sang Ksatria maskulin melindungi kekasihnya yang feminim. Sampai kapanpun, dalam keyakinan saya. Titanic akan selalu menuai decak kagum bagi sesiapa saja yang jeli dan mau belajar dari nya. Belajar tentang hal yang seringkali saat ini di sandang oleh para pelupa. Yaitu tentang romantisme. Tentu, bukan seperti yang di fahami beberapa gelintir pemuda-pemudi dewasa ini. Namun lebih kepada makna heroisme yang hakiki.
Pada akhirnya, apa yang disebut sebagai keserasian bukanlah tentang semangat untuk menyatukan unsur-unsur yang sama. Tapi memadukan perbedaan-perbedaan untuk saling melengkapi. Heroisme yang berbau maskulin, hanya akan berjalan sempurna ketika dimotori oleh kelembutan yang beraroma femininin. Keseimbangan alamiah. Ksatria bukan hanya seorang yang menebas musuh di peperangan, tapi juga sosok yang takluk kepada keindahan idamannya, wanita. Bisa jadi itulah makna romantis. Segalanya berpasangan, meskipun tampak bertolak belakang. Koyok é kog, ngono kui... [ ]Iklan ada di sini

Komentar