Menang - menang(an)
Kemenangan dan kekalahan bukanlah hasil hakiki dari sebuah perjuangan. Keduanya hanya berlaku sebagai jenjang sementara yang dijelang manusia dalam proses hidup. Serupa babak-babak dalam pagelaran sandiwara, kemenangan dan kekalahan adalah adegan-adegan yang niscaya ada untuk dimainkan. Apa yang justru disebut sebagai hasil adalah : kesetiaan terhadap nilai yang diperjuangkan itu. Kesetiaan yang harus terus diuji dan diasah, supaya bisa tangguh serta tajam, lewat kisah-kisah kemenangan atau bahkan kekalahan.
Dalam islam, Puasa adalah sarana untuk melatih kesetiaan tersebut. Menjaga kepatuhan perilaku agar manusia tak melanggar batas-batas kepatutan akhlak, baik kepada Allah maupun manusia lain. Hasrat-hasrat yang diluar batas yang telah ditentukan, harus dikalahkan. Sedang Idul Fitri adalah gerbang, tempat manusia merayakan keberhasilannya, dalam bersetia dengan nilai kebenaran, dengan menundukkan dirinya sendiri. Lantas bersiap untuk memasuki periode pertandingan berikutnya.
Kemenangan kali ini adalah bayaran atas kekalahan tempo hari, atau bisa jadi, bekal untuk lebih tangguh dalam menghadapi kekalahan dimasa depan. Sebagai ujian : seberapa setia kita kepada nilai-nilai kebenaran yang diyakini.
Iklan ada di sini
Komentar