Pendekar Indonesia

meneropong indonesia...

Manusia Indonesia adalah manusia tangguh, tidak peduli punya masa depan atau tidak. Mereka berani hidup tanpa pekerjaan tetap, berani beranak pinak dengan pendapatan yang tidak masuk akal. Berani menyerobot, menjegal, menjambret, dan mendengki seiring kesantunan dan kerajinan beribadah.

Manusia Indonesia tidak jera ditangkap sebagai koruptor, tetapi berpikir besok harus lebih matang strategi korupsinya. Mereka melakukan melebihi saran setan dan ajaran iblis, pada saat yang sama bersikap melebihi Tuhan dan Nabi.

Manusia Indonesia mampu tertawa dalam kesengsaraan. Bisa hidup stabil dalam ketidakjelasan nilai. Terserah mana yang baik atau buruk tidak terlalu penting. Benar-salah itu tidak primer. Setan bisa dimalaikatkan dan malaikat pun bisa disetankan kalau menguntungkan. Jangan tanya masa depan kepada mereka. 
=======================
Bangsa ini tengah kehilangan kepercayaan dirinya. Mereka yang disebut sebagai pemerintah, pun bermain dalam ranah sendiri. Tidak ada gelagat hendak merevolusi diri dan keadaan menjadi lebih baik. Kebersatuan yang saat ini ada, tak lebih pada ikatan-ikatan sejarah yang makin terkoreksi. Apa itu indonesia, bagaimana berindonesia, dan siapa indonesia mandeg hanya pada konsep-konsep textbook, makin terjauh dari diri masing-masing penghuninya.

Negeri ini serupa deretan kode-kode unik yang satu sama lainnya sudah tak mempedulikan lagi. Aktif sendiri-sendiri, tercecer pada tugas terbatas untuk dirinya saja. Masing-masingnya berpotensi tabrakan fungsi, dan bisa memunculkan kerusakan-kerusakan yang terus-menerus. Perlu tilikan yang lebih telaten dan terpadu, agar tabrakan tidak membesar, dan bola salju masalah urung meraksasa, hingga menggilas segala yang ada. Indonesia membutuhkan racikan ulang. Lewat kesadaran-kesadaran baru akan sejarah dirinya, keberagaman, dan daya yang tersimpan dalam jasmani serta rohani. Semuanya demi kelangsungan hidup bersama. Meramu tujuan yang lebih jelas dengan aplikasi yang sungguh-sungguh. Tentang Indonesia yang mengerti dirinya siapa, untuk apa, dan mau kemana
Iklan ada di sini

Komentar

Archive

Formulir Kontak

Kirim