Sungguh Kaya
Ditulis oleh Siti Rahmayanti
Tentang beberapa hari lalu ketika terjebak hujan deras dibawah pohon, seketika nyali menciut karena tetiba kilat datang menjilat, menakut-nakuti seolah berekspresi telah menemukan santapan yang segar.. gelegar gemuruh tak kalah menyaramkan menunjukkan kegarangan.
Kepala mulai celingak celinguk berharap ada pertolongan dari mobil-mobil lalu lalang didepan tatapan, berharap orang kaya bersedia berbaik hati memberi tumpangan. Sayang di sayang yang ada laju mereka semakin kencang, mungkin terlalu sibuk dikejar waktu sehingga tak sempat melihat dua orang terjebak hujan dibawah pohon yang didalam hatinya begitu takut jika tersambar kilat.Tapi selalu begitu Kuasa Tuhan, mudah sekali bagi- Nya mengirimkan orang-orang baik disaat-saat yang memang sangat dibutuhkan.
Tidak dengan mobil mewah memang, hanya dengan selembar pelastik saja. Selembar pelastik itu pun adalah persiapan penutup jualan ketika hujan datang.
Batinku: “ahh.. pak, kau sungguh kaya”
Kaya hatinya,
Sebentar melupakan perniagaan demi menyelamatkan dua orang yang sedang terjebak hujan.
“Terima kasih pak.. terima kasih tak terhingga, semoga Tuhan memberimu rezeki yang melimpah dan kaya hatimu tak berkurang walau sedikit saja”
Malang, 19 Maret 2016
Iklan ada di sini

Komentar