Malam di sini dan malam di sana

        Di bawah langit yang sama, detik ini juga, entah berapa juta, atau bahkan milyar, macam-macam jenis emosi manusia mewarnai kehidupan. Ada yang sedang bergembira, ada yang seadang bersedih. Ada yang sedang tertidur di emperan toko. Ada yang pulas di kasur empuk ruangan sejuk. Ada yang terbaring di kasur rumah sakit. Ada yang sedang main gaple taruhan seteguk anggur merah.

       Ada yang sedang dipergoki berselingkuh. Ada yang sedang bersalin. Kemungkinan besar ada juga kopinya barusan tumpah hingga membuatnya sedikit kesal. Ada juga yang baru kehilangan handphone, ada yang sedang kehilangan rumah, hingga kehilangan orang terkasih.

     Ada juga seorang suami yang baru sampai ke rumahnya dan disambut oleh sang istri dengan kecupan mesra hingga mereka bercumbu untuk menghasilkan generasi baru. Alangkah indah dan luasnya kehidupan, pun terkadang menakutkan.

      Alur takdir manusia mengisi angkasa kehidupan bagai layang-layang dan benangnya. Dikendalikan oleh Dia yang maha tunggal. Begitu samanya, namun berbeda. Begitu berbeda, namun sama. Seperti mabuk whiskey di bar atau mabuk lem di pinggir rel kereta api. Harganya beda, tapi esensinya sama.

   Atau bisa juga manusia memilih mabuk oleh anggur penyaksiannya terhadap kekuasaan Tuhan. Karena, apa yang tidak memabukkan? Bintang-bintang begitu menyilaukan dan Bumi seolah berlumuran keju dan coklat yang setiap saat minta dijilati. Jadi, jika manusia harus mabuk, anggur manakah yang tak merugikan bila ia tenggak?

    Dalam luasnya kehidupan, kadar suka dan kadar duka apakah berbeda? Bila ada satuan nilai yang mengukur emosi jiwa tersebut, apa kira-kira nama yang cocok. Happy-mater? Sad-gram? Seorang pengusaha yang punya banyak mobil mewah, apakah happymeternya pasti lebih tinggi dari seorang pedagang biasa yang anaknya selalu mencium tangannya sebelum berangkat ke sekolah?

     Dalam luasnya kehidupan, beragam lintasan takdir manusia membuat saya tertegun. Ada orang-orang yang harus cuci darah setiap minggu selama puluhan tahun. Ada pula orang-orang yang dengan ringan dan murah mengobral kesehatannya. Ada orang-orang yang begitu inginya sekolah, ada juga orang-orang yang menyia-nyiakannya. Ada orang-orang yang sangat menghargai ilmu, ada pula yang menyepelekannya.

      Dalam luasnya kehidupan sepenting apa saya gerangan? Apa lebih penting dari ibu-ibu yang barusan belok ke kiri padahal lampu sen motornya menyala yang kanan? Dan setiap manusia dikaruniai urusanya masing-masing. Dan kemabukkanya masing-masing. Dari anak punk yang sedang mabuk lem, hingga para elit yang tak bisa lepas dari ramuan herbal cinanya.

        Dan hidup tak memilih pemenang. Ia layar terbentang yang disaksikan oleh sang penontong agung, Tuhan mu. Tak ada kemenangan selain cerita yang layak kau persembahkan untuk Ia tonton. Pada masing-masing lintasan, setiap manusia adalah tokoh utama dari ceritanya. Dan penontonnya hanya satu, Kekasih Sejatimu. Yang selalu mengemati bagaimana kau melewati malam-malam mu.

 

Di tulis Oleh DarthVader (Seorang Anonim di akun SymbolicID)

Iklan ada di sini

Komentar

Archive

Formulir Kontak

Kirim